Ini Penjelasan BMKG Soal Ancaman Gelombang Panas di Indonesia

Gelombang panas
Gelombang panas ( www.nytimes.com )

Saat ini, indonesia sedang mengalami cuaca panas yang tidak biasa, tetapi tidak ada tanda-tanda gelombang panas seperti yang terjadi di beberapa negara asia.

Ardhasena Sopaheluwakan, kepala pusat layanan iklim terapan bmkg, menjelaskan bahwa perbedaan kondisi geografis dan sistem iklim antara indonesia dengan negara-negara yang mengalami gelombang panas, seperti china dan india, adalah penyebab utama dari cuaca panas ini.

Di wilayah yang terkena gelombang panas, biasanya terdapat daratan yang luas dan karakteristik iklim yang berbeda dari indonesia.

Di indonesia, kata Sena, topografi negaranya terdiri dari banyak pulau yang dikelilingi oleh lautan yang luas.

“Karena itu, peningkatan suhu yang terjadi di indonesia berbeda dengan gelombang panas yang terjadi di wilayah lain di asia,” ujar Sena.

Menurutnya, peningkatan suhu panas saat ini di indonesia adalah fenomena alam yang disebabkan oleh pergerakan semu matahari, yang merupakan siklus tahunan yang biasa dan terjadi setiap tahun.

Suhu udara panas seperti ini memiliki potensi untuk terjadi pada periode yang sama setiap tahunnya.

“Saatininya (Indonesia) tengah mengalami puncak siklus temperatur tahunan yang terjadi dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan April dan Mei, serta sekali lagi pada bulan Oktober,” jelasnya.

Badan meteorologi, klimatologi dan geofisika (BMKG) masih menganggap bahwa kemungkinan terjadinya gelombang panas di indonesia masih rendah. Ini disebabkan oleh karakteristik geografi indonesia yang dikelilingi oleh laut yang mengarahkan pergerakan atmosfer ke atas.

Situasinya berbeda dengan wilayah lain di asia yang mengalami gelombang panas, karena wilayah-wilayah tersebut memiliki daratan yang luas. Hal ini memungkinkan terjadinya umpan balik antara daratan yang menyebabkan suhu terus meningkat.

“Jadi, peluang terjadinya gelombang panas seperti itu di indonesia masih kecil. Namun, kita tetap harus waspada terhadap peningkatan suhu secara bertahap yang disebabkan oleh perubahan iklim,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *