Mengenal Apa Itu Cache? Pengertian Cache, Manfaat dan Jenis-Jenisnya

Mengenal Apa Itu Cache? Pengertian Cache, Manfaat dan Jenis-Jenisnya
Mengenal Apa Itu Cache? Pengertian Cache, Manfaat dan Jenis-Jenisnya ( boozallen.com )

Ketika mengunjungi suatu situs web, kita mungkin pernah mengalami betapa cepatnya halaman tersebut dimuat. Selain dari kualitas jaringan yang prima, peran teknologi di balik situs web tersebut juga sangat signifikan dalam memastikan bahwa halaman dapat dimuat dengan kecepatan tinggi.

Bahkan, beberapa situs web yang telah dioptimalkan dengan baik memiliki tingkat latensi yang rendah, memberikan pengalaman positif kepada pengguna. Oleh karena itu, pengguna tidak hanya merasakan proses pengunduhan halaman, tetapi lebih seperti membuka folder atau file dengan ukuran kecil.

Prinsip yang sama berlaku ketika membuka aplikasi atau program di komputer atau ponsel. Semua ini dapat dirasakan oleh pengguna berkat adanya teknologi cache.

Tanpa adanya cache, mungkin pengalaman mengakses komputer, laptop, ponsel, atau program tidak secepat yang biasa kita alami. Dapat diibaratkan bahwa cache adalah jalur singkat untuk mengakses file atau program yang telah dibuka sebelumnya tanpa harus memulainya dari awal.

Cache telah diimplementasikan baik pada perangkat keras maupun perangkat lunak. Untuk memahami cache secara lebih mendalam, mari kita bahas definisinya, cara kerjanya, fungsi dan jenis-jenis cache.

Pengertian Cache

Cache atau yang dikenal sebagai “Tembolok” dalam bahasa indonesia, merupakan data sementara yang disimpan di perangkat teknologi seperti laptop, pc, hp dan lainnya.

Tujuan utama cache adalah untuk memproses permintaan data di masa mendatang dengan lebih cepat. Dengan cache, data yang telah diambil sebelumnya dapat digunakan kembali secara efisien.

Misalnya, ketika pengguna menjalankan aplikasi atau membuka halaman web, sistem dapat memanggil file cache yang sudah ada tanpa perlu mengakses lokasi penyimpanan utama data.

Untuk menjaga efisiensi biaya dan penggunaan data yang efisien, ukuran file cache sebaiknya relatif kecil. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi penumpukan file cache yang dapat menghabiskan ruang penyimpanan perangkat. Terdapat beberapa jenis file cache yang perlu dipahami dan masing-masing memiliki fungsi dan peran yang berbeda.

Beberapa di antaranya adalah cache memory, disk cache, cache hit, cache miss dan cache server. Cache memory dan cache disk adalah dua jenis cache yang paling umum dikenal dan berperan penting dalam mengoptimalkan kinerja sistem dan aplikasi di ponsel dan komputer.

Cara Kerja Cache

Cara operasional file cache tidak dapat diamati secara langsung di layar komputer atau ponsel yang sedang kita gunakan. Proses file cache berjalan sesuai dengan instruksi program di belakang layar, yang terintegrasi antara perangkat keras dan perangkat lunak.

Untuk memahaminya dengan lebih mudah, kita dapat mengambil contoh saat mengakses suatu halaman di situs web. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

  • Website atau browser menerima permintaan dari pengunjung (saat pengguna mengklik tautan atau memuat tautan).
  • Browser mengirim permintaan ke server website untuk menyediakan informasi yang diperlukan.
  • Server mencari informasi yang dibutuhkan.
  • Server memberikan dokumen yang diperlukan kepada browser, seperti gambar, video, audio, dokumen, dalam bentuk antarmuka yang dapat dilihat dan dibaca (HTML + CSS).
  • Saat menampilkan dokumen yang diperlukan, server dan browser menyimpan salinan dokumen atau cache.
  • Ketika pengguna ingin mengakses kembali halaman atau informasi yang sama, browser tidak perlu lagi meminta data yang sama ke server website; sebaliknya, browser hanya mengambil cache yang telah disimpan.

Secara sederhana, misalnya, ketika anda mengakses patriciamollie.com untuk pertama kali, itu mungkin memakan waktu 4 detik. Namun, ketika anda mengaksesnya untuk kedua kalinya (memuat halaman yang sama), waktu yang dibutuhkan hanya 2 detik.

Mengapa akses kedua lebih cepat? Karena beberapa file statis website telah diunduh dan disimpan di browser saat akses pertama, sehingga browser tidak perlu mengunduh ulang data yang sama pada akses kedua. Ini adalah contoh penggunaan file cache saat memuat halaman di browser.

Berbeda dengan situasi saat membuka aplikasi atau program komputer, di mana penyimpanan file cache dilakukan oleh sistem operasi di komputer anda.

Jenis – Jenis Cache

Seperti yang telah saya sebutkan sebelumnya, terdapat beberapa jenis file cache yang perlu anda ketahui, antara lain: cache memory, disk cache, cache hit dan cache miss, serta cache server. Untuk penjelasan lebih lanjut, berikut adalah rinciannya:

  • Cache memory – Juga dikenal sebagai cache, merupakan sistem memori tambahan yang menyimpan sementara instruksi dan data yang sering digunakan agar dapat diproses lebih cepat oleh cpu (Central processing unit) komputer. Ketika cpu komputer mengakses memori internalnya, langkah pertama adalah memeriksa apakah informasi yang dibutuhkan tersimpan dalam cache. Jika iya, cache akan mengembalikan data ke cpu. Namun, jika informasi tidak ada dalam cache, cpu akan mengambilnya dari memori utama.
  • Disk cache – Merupakan memori cache yang digunakan untuk mempercepat proses penyimpanan dan pengaksesan data dari hard disk. Fungsi ini memungkinkan pemrosesan lebih cepat dari operasi baca/tulis, perintah dan proses input/output antara hard disk, memori dan komponen komputasi lainnya. Disk cache merupakan bagian terintegrasi dari hard disk dan menjadi fitur standar pada sebagian besar hard disk. Ukuran disk cache bervariasi, mulai dari 128 mb pada hard disk konvensional (HDD) hingga 1 gb pada solid state disk (SSD).
  • Cache hit dan cache miss – Cache hit menggambarkan situasi di mana informasi yang diminta berhasil ditemukan dan disajikan dari cache, sedangkan cache miss terjadi ketika cache dicari namun tidak ditemukan. Pada saat terjadi cache miss, informasi tersebut kemudian ditransfer dan ditulis ke dalam cache.
  • Cache server – Merupakan server jaringan khusus atau layanan di dalam server yang menyimpan halaman web dan file lainnya. Cache server memiliki kemampuan untuk mempercepat akses informasi yang telah diambil sebelumnya. Biasanya, cache server digunakan untuk menyimpan data statis seperti gambar, html dan csss yang jarang berubah. Teknologi cache server telah diimplementasikan pada banyak situs web, meningkatkan kinerja dan keoptimalan situs tersebut.

Fungsi dan Manfaat Cache

Penggunaan teknologi cache telah diimplementasikan di hampir semua perangkat teknologi, terintegrasi antara perangkat lunak dan perangkat keras. Berbagai fungsi dan manfaat dari teknologi cache, atau penyimpanan sementara, dapat dijelaskan melalui beberapa poin berikut:

  • Meningkatkan kinerja sistem, aplikasi dan website – Penerapan teknologi cache dapat meningkatkan kinerja sistem, aplikasi dan website, membuatnya berjalan lebih cepat. Keuntungan ini tidak hanya berlaku untuk komputer, melainkan juga dapat dirasakan pada smartphone android / ios.
  • Menghemat memori server – Cache memainkan peran penting dalam mencapai kinerja optimal untuk aplikasi dan website. Tanpa cache, akses ke website dapat menjadi lebih lambat dan membebani memori utama.
  • Mengurangi beban kerja cpu– Dengan adanya cache, cpu tidak perlu mengirim permintaan dari memori utama, tetapi dapat mengambil data langsung dari cache memory. Hal ini secara signifikan mengurangi beban kerja cpu.
  • Berfungsi sebagai perantara antara memori utama dan cpu– Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, cache memory juga berperan sebagai perantara antara memori utama dan cpu. Jika informasi tidak ada di cache memory, cpu akan mengirim permintaan dari memori utama dan cache memory akan dibuat. Ketika informasi diakses untuk kedua kalinya, cpu tidak perlu lagi mengirim permintaan ke memori utama, melainkan dapat mengambilnya langsung dari cache memory.

Cara membersihkan cache pada perangkat

Walaupun cache memberikan manfaat yang signifikan, terkadang perlu untuk mengosongkan cache dan file sementara lainnya pada perangkat kita. Hal ini dilakukan untuk mencegah penumpukan file cache yang dapat menyebabkan crash atau error pada sistem dan aplikasi.

Penting untuk diingat bahwa membersihkan file cache tidak akan merusak sistem atau aplikasi, karena file cache akan otomatis dibuat kembali saat kita menggunakan aplikasi atau mengakses situs di browser.

Windows

Anda dapat menghapus file cache pada laptop atau pc windows menggunakan utilitas bawaan yang disebut disk cleanup. Utilitas ini memungkinkan anda untuk dengan mudah dan cepat memindai serta membersihkan file sementara seperti cache, cookies, riwayat pencarian dan lainnya.

Berikut adalah langkah-langkahnya:

  • Buka menu start pada pc windows anda, lalu cari dan pilih program disk cleanup menggunakan fungsi pencarian.
  • Setelah disk cleanup terbuka, pilih drive “C” yang merupakan lokasi instalasi windows. Klik ok untuk melanjutkan.
  • Tunggu beberapa saat hingga windows menyelesaikan pemindaian file sementara.
  • Setelah jendela disk cleanup terbuka, tandai kategori yang ingin anda bersihkan. Klik ok untuk memulai proses pembersihan.
  • Konfirmasi dengan mengklik “Delete files” pada kotak dialog yang muncul.
  • Tunggu sampai proses pembersihan selesai.
  • Setelah selesai, anda dapat menutup program disk cleanup.
  • Selesai.

Android

Untuk ponsel android, umumnya produsen smartphone telah menyertakan aplikasi pembersih atau alat pengoptimalan perangkat. Aplikasi ini memungkinkan anda membersihkan file sementara dengan mudah hanya dengan satu kali klik.

Misalnya, pada perangkat oppo, anda dapat memanfaatkan aplikasi ‘Keamanan perangkat’, sementara pada perangkat samsung, fitur ‘Perawatan perangkat dan baterai’ dapat digunakan.

Langkah-langkahnya akan bervariasi sesuai dengan perangkat yang anda gunakan. Jika anda menggunakan perangkat samsung, berikut adalah cara melakukannya:

  • Buka menu pengaturan di ponsel samsung anda.
  • Gulir ke bawah dan pilih opsi ‘Perawatan perangkat dan baterai‘.
  • Di halaman perawatan perangkat, anda akan melihat informasi penggunaan sumber daya perangkat.
  • Ketuk opsi ‘Optimalkan sekarang‘ untuk mengoptimalkan kinerja perangkat.
  • Tunggu hingga proses selesai.
  • Selesai.

Selain menggunakan aplikasi bawaan, anda juga dapat menginstal aplikasi pembersih pihak ketiga yang banyak tersedia di google play store.

Penutup,

Cache merupakan hasil dari penyimpanan sementara yang dihasilkan oleh sistem dan aplikasi dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja aplikasi agar berjalan lebih efisien dan optimal.

Penyimpanan cache dilakukan pada cache memory yang terintegrasi antara perangkat lunak dan perangkat keras. Hampir semua perangkat teknologi yang umum digunakan, seperti laptop, komputer, smartphone, tablet, hingga smartwatch, menghasilkan file cache.

Meskipun cache membantu meningkatkan kinerja perangkat, disarankan bagi pengguna untuk secara berkala membersihkan file cache, terutama cache disk yang disimpan di penyimpanan internal perangkat.

Apakah menghapus cache akan menghilangkan data? Menghapus cache hanya akan menghapus cache pada sistem dan program terkait, tanpa menghapus data penting pada perangkat yang sedang digunakan.

Apa yang terjadi setelah menghapus file cache? Setelah menghapus file cache, perangkat atau komputer anda akan berjalan lebih stabil dan file cache akan dibuat ulang ketika anda membuka program, aplikasi, file, atau mengakses suatu halaman di browser.

Apakah cache itu penting? Tentu, file cache memiliki peranan penting dalam mengoptimalkan kinerja perangkat teknologi yang kita gunakan. Tanpa adanya file cache, kinerja perangkat tidak dapat mencapai tingkat optimal seperti yang biasa kita alami.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *